Love Story
Pepohonan akan tetap tumbuh,meski dedaunan & buahnya selalu gugur tertiup angin,
kata itulah yg sering diucap mama ketika aku memandang foto Rekha, meski tak terucap, namun aku slalu menjawab dalam hati.. aku bukan pepohonan,aku manusia,,,dan manusia memiliki kunci yg kuat dalam hatinya,hingga seeorang yg telah berada didalamnya, sangat sulit untuk keluar, apalagi menghilang dengan sendirinya..
Tak banyak kisah romantis dalam kehidupanku dan Rekha,hanya caranya berbicara can cara bicaranya itu yg membuatku selalu rindu, dan ketika dia menatapku yg membuat dia begitu sangat berharga dalam hidupku, kini hampir seluruh dari semangatku hilang bersamaan dengan perginya dia dari hidupku,,apalah arti manusia tanpa semangatnya. hanya setetes semangat yg tersisa itupun karna mama dan Tuhan yg slalu menguatkanku.
sering kali mama memperkenalkanku pada seseorang yg ia maksud bisa mengembalikan semangatku, namun cara itu semakin membuatku benci kepada mereka,karna aku menganggap mereka seperti pembunuh atau perampok yg mencoba merampas dan menghapus Rekha di hatiku. namun itulah mama,beliau tak mampu bahagia apabila anaknya larut dalam kesedihan..,sampai akhirnya mama tetap tak pernah menyerah dengan caranya itu,hingga saat aku dikenalkan oleh seorang wanita,anak dari teman mamaku.
Malam itu,sepulangnya aku dari hari pertamaku kerja dirumah sakit setelah satu tahun menganggur akibat trauma,aku melihat mama sedang asyik mengobrol dengan seorang wanita yg aku pikir dia adalah cara lama mama untuk menjodohkanku, karna aku sudah merasa terlalu sering mengecewakan mamaku, yg sebelumnya aku seringkali menolak,malam itu aku memutuskan untuk mencoba mengikuti cara mama, dan benar saja, wanita itu tak menarik perhatianku sedikit saja,terkesan sangat biasa saja,tak lama akupun beranjak pamit ke kamar tidur karna memang sudah sangat lelah setelah bekerja seharian.
Setelah malam perkenalan itu,kami tak penah lagi bertemu,mungkin karna dia merasa tersinggung akan sikapku malam itu,hingga diapun tak pernah datang lg kerumah..,
Waktu terus berjalan,semakin aku mencoba tuk melupakan Rekha, semakin kuat ingatan tentang dia, terutama kenangan saat kami nonton bersama, saat itu aku tak sengaja melihat trailer film yg dibintangi oleh Bruce Willis terbaru, kebetulan Bruce Willis sama-sama aktor favorit kami,,jadi aku merencanakan untuk nonton film tersebut di Bioskop langganan kami, sengaja aku memesan dua tiket walau sebenarnya aku datang seorang diri, karna aku menghayalkan sedang bersama Rekha.
sesaat aku keluar dari antrian,tiba-tiba ada yg menepuk pundaku dari belakang, dan terdengar suara seorang wanita menyapaku "hai..!" , lantas aku menoleh kearah wanita tersebut,, "sorry,,,siapa ya??" sapaku pada wanita itu..,karna aku tak merasa mengenal dia. "lupa ya ??" sautnya sambil mencolek pinggangku, "memang kita pernah ketemu dimana..??" jawabku, sambil menggoyang punggangku karena kegelian,,"aku tuh Siska,yg pernah main kerumah kamu waktu itu..,inget nggak..?" jelasnya,
masih belum jelas dan sambil mengingat "ooohhh...,iya" gayaku yg sok akrab, "nahhh,,,ingetkan ?? aku tuh anaknya tante ratna temen mama kamu" tegasnya,, "ya,aku inget kok,kamu nonton juga ?" tanyaku penasaran,.
kebetulan kami mempunyai selera yg sama dlm film, "oops..,tapi aku belom antri tiket" ucap Siska dengan wajah yg sedikit cemas,,
"tenang,,aku punya dua tiket kok" jawabku sambil menunjukan tiket,
Siska : lohh,,memangnya kamu dateng sama temen?
Aku : enggak kok,aku sengaja beli dua tiket,walaupun nonton sendiri,hmmm panjang deh ceritanya,,,
tak lama,kami beranjak masuk,,karna memang film sudah mau dimulai..,
setelah kami duduk, aku mulai kebingungan dengan sikapku, "mengapa kuberikan tiket yg seharusnya milik Rekha, walaupun hanya khayalku,tanyaku dalam hati,,,sedikit merasa aneh dgn sikapku sendiri yg tak biasanya dengan mudah menerima wanita lain selain Rekha.
tapi yg lebih bingung,aku merasa jika Rekha benar-benar berada disampingku,sambil menatapku tersenyum. setelah selesai menonton,ternyata Rekha ditinggal oleh teman-temannya, dan entah kenapa aku tak tega membiarkannya pulang sendirian,,akupun menawarkan untuk mengantarnya pulang,,awalnya dia merasa agak segan,,namun mungkin karna sudah agak larut malam,dia tak menolak tawaranku,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar